Review Buku JERMAN (Jejak Perjuangan Meraih Impian)
![]() |
| Sumber Gambar : www.deepublishstore.com |
Seperti janji saya kemarin untuk
mereview buku berjudul “Jerman (Jejak Perjuangan Meraih Impian)” karya Asmak Afriliana
setelah selesai membacanya.
Baru-baru ini saya baru semangat
mengetahui segala sesuatu mengenai Negara Jerman, terutama cerita-cerita
bagaimana perjalanan studi hingga ke Jerman. Karena saya juga tertarik untuk
bisa menguasai bahasa Jerman.
Buku ini ditulis oleh Asmak, yaitu
tokoh utama dalam cerita perjalanan tersebut. Jadi Mbak Asmak ini menuliskan
sendiri bagaimana perjuangan studinya dulu hingga bisa sampai ke Jerman.
Yang menarik dari awal saya
melihat kaver buku ini tentunya dari judulnya yang simple, yaitu Jerman. Namun
ada sub judul lagi yang memberikan gambaran tentang isinya berupa cerita
perjuangan meraih impian seorang Asmak.
Jadi Mbak Asmak ini berasal dari
keluarga yang sangat sederhana, sehingga untuk bisa lanjut studi ke jenjang
lebih tinggi itu harus berjuang mendapatkan beasiswa. Mbak Asmak putri kedua
dari 4 bersaudara dimana kedua orangtuanya adalah guru.
Dari latar belakang hidup seorang
Asmak bisa jadi mewakili banyak kisah yang sama untuk orang-orang di luar sana
yang untuk meraih impian sekedar ingin kuliah saja itu hal yang sulit.
Mbak Asmak awalnya merupakan
siswa biasa saja di sekolahnya. Namun ada satu moment dimana kakaknya, yaitu Mbak
Feby menjadi tersulut untuk menjadi anak yang bisa membuktikan bahwa kedua
orangtuanya mampu membesarkan anak-anaknya dengan baik, termasuk mendampingi
hingga studi ke jenjang tertinggi.
Mbak Asmak pun terpicu oleh
semangat dari kakaknya. Jadilah dia semakin semangat untuk belajar. Meski
setelah lulus SMA dia harus mengambil gap year untuk bisa kuliah di tahun
selanjutnya.
Bagi saya bagaimana mbak Asmak
saat itu yang galau setelah lulus SMA mau ngapain itu relate banget buat
generasi saat ini. Kita bukan manusia sempurna. Ada dimana titik kita akan
merasa terpuruk. Dan saat itulah mbak Asmak sempat ingin menjadi artis saja
merantau ke ibukota.
Mbak Asmak lahir dan besar di
Banyuwangi. Dan karena gagal mengikuti SPMB makai bunya menyuruh Asmak untuk
sementara menjadi guru ngaji dekat rumah daripada pergi ke luar kota dan jadi
artis.
Yang menarik adalah waktu itu
pemikiran mbak Asmak sangat random, pengen ke Jakarta aja jadi artis. Kemudian ditanya
oleh ayahnya, “Asmak, punya uang?”
Asmak pun menjawab,”Enggak, Pak.
Tapi kan Asmak bisa berhenti dulu dimana untuk cari kerja dan setelah ada uang
baru lanjut pergi ke Jakarta.”
Entah apa jadinya jika Asmak jadi
berangkat saat itu ke Jakarta.
Dia pun sudah sempat sampai
ditawari ibundanya jika datang waktunya jodoh Asmak maka menikahlah. Saya ikut
merasakan saat itu pasti Asmak merasa buyar sudah impiannya untuk jadi dokter.
Namun tahun kedua datanglah kabar
bahwa ada lowongan beasiswa S1 fakultas Teknik Pertanian di Universitas Jember.
Dia pun diantar ayahnya mendaftar dan mengikuti seleksi di sana.
Meski hanya memiliki waktu
sedikit untuk belajar karena baru mengetahui informasi pendaftaran 2 hari
sebelum ditutup, Asmak pun sempat hopeless. Namun Asmak memilih untuk berikhtiar
semampunya dan berdoa pasrahkan semua pada Allah.
Asmak pun lolos beasiswa untuk
lanjut studi S1 di Universitas Jember. Kakaknya, Mbak Feby, sudah lebih dulu
kuliah disana di Fakultas Kesehatan Masyarakat tapi udah mau wisuda.
Singkat cerita Asmak pun nggak
mau menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar maksimal di kampus itu. Saking rajinnya,
dia selalu bikin jam kuliah molor karena terus bertanya pada dosen.
Asmak pun berusaha untuk
mendapatkan IP tinggi setiap semester. Selain itu, dia pun rajin membuat karya
ilmiah, seperti saat masih SMA dulu.
Lewat karya ilmiah itulah Asmak
bisa sampai diberi kesempatan mengikuti student exchange di Universitas
Kebangkitan Malaysia. Dan sebelum lanjut S2 pun Asmak sempat mengikuti karya
ilmiah tingkat internasional yang diselenggarakan oleh PT Bayer Indonesia. Dia
pun sampai sempat berfoto dengan pemain sepakbola asal Jerman, yaitu Michael Ballack.
Hayo, kamu tahu nggak Michael Ballack?
Yang saya pelajari dari kehidupan
Mbak Asmak adalah bagaimana kita bertahan hidup dengan apa yang dimiliki saat
itu. Mungkin saat kecil Mbak Asmak anak yang sangat biasa, tetapi dia tak
berkecil hati berada di tengah-tengah lingkungan orang-orang yang status
sosialnya melebihi dia. Justru dia mampu membuktikan bahwa dia memiliki
kemampuan untuk bersaing tanpa merasa tinggi hati atau pun rendah diri.
Mungkin ada anak-anak di luar
sana yang masih menyalahkan keadaan orangtuanya yang hidup sangat sederhana,
sehingga membuat anak itu merasa under privilege. Namun belajar dari Mbak
Asmak, dia masih terus menghargai dan mematuhi orangtuanya. Justru dia dan
kakaknya berusaha menjunjung tinggi orangtuanya dengan cara menjadi anak yang
berprestasi, baik secara akademik maupun non akademik.
Buku ini sangat recommended buat
kamu yang membutuhkan suntikan semangat. Berada di titik manapun kamu saat ini,
percayalah suatu hari kamu akan berada di puncak asalkan kamu terus berusaha
dan berdoa hanya kepada-Nya.
Buat kamu yang sedang berjuang
juga menuju negeri Jerman, bisa belajar bahasa Jerman mulai level rendah sampai
tinggi di Inovedu.
Dan buat kamu yang belajar bahasa
Inggris bisa kunjungi website EngBreaking di sini.

Post a Comment for "Review Buku JERMAN (Jejak Perjuangan Meraih Impian)"
Post a Comment